Sonnet bibir perindu

i.
Sunyi mengelus manja

membisik

dengan bibirnya

menyentuh telingaku

berkata

“rindu itu buahnya manis, tapi pahit sering menghiris lidahmu.”

aku tahu…aku tahu…aku lebih tahu lama…

.
ii.

diam! diam!!

bukan aku tak tahu

rindu itu adalah dirimu

dan ubatnya juga

adalah racun

bilah paling tajam

membelah bibir duka

.

iii.

buktinya, cinta

lihat saja

bibirku merah

tercalit luka

dari ribuan kucup harap

sunyi yang tersimpuh

di pipimu

ciumlah aku, cinta, walau sekali.
walau bibir kita telah pecah kerana gersang rindu melanda

ciumlah aku, dengan sekian darah dan rekah.

.

Karya,

Jack Malik, Shah Alam- Ipoh.

Advertisements