La Tahzan Gaza (epilog1)

Detik gegaran angin meluapnya api
Hutan batu tegak bersegi itu,
Ingatan silam,

Rebah landai berhamparan debu,
Kerna mereka ada gergasi kapitalis,
Boneka mainan jasad realiti,
Tanpa ada belas pada malapnya mentari,

Sahutan anak-anak kecil bergema … .
Merintih hilangnya wajah kebiasaan,
Yang selalu ada , selalu menghangatkan jiwa ,
Ummi ,ummiii ,…. Abi , abiii …..

Anak kecil itu kebuntuan .

Tanpa cukupnya sifat ….. jasad-jasad kekakuan.

Tangis ….

tiada air mata untuk dialirkan..

Teriak ….

suara ku hanya bernada picisan.

Sabar ….

aku tidak punya sabar untuk menanggung.

Waktu ….

Ini bukan yang pertama tidak yang akhir .

Jasad …..

tidak mampu diurus hanya bergelimpangan .

[ Insya Allah bersambung ……]

karya,

Irfhan Razzi

gazaimage taken from Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s